My Life My Adventure

My Bubu

Dear my bubu,

Bagaimana kabar bubuku?…, masih suka tidur larut malam ya?… kangen rasanya..

Dulu…
hampir tiap saat bubu mengirimkan sms. “udah mandi belum?”, itu sms yang selalu dikirimnya pagi-pagi. aku tau, bubu coba menggodaku. Dan aku suka pura-pura ngambek klo bubu bertanya seperti itu. Dan ia tambah senang menggodaku. Siang hari, bubu selalu menyempatkan menyapaku untuk sekedar mengucapkan selamat makan. aku suka malas menjawabnya, soalnya tanganku kotor dengan makanan. tapi sebenarnya aku senang sekali. sorenya, bubu juga mengingatkan untuk hati-hati di jalan, dan suka menawarkan mau dijemput apa ga. sebenarnya ingin rasanya pulang dan pergi kerja bareng sama bubu, tapi berhubung dianter jemputnya pake motor aku suka menolak. bukan karena apa, karena aku cepat masuk angin. mungkin karena pagi-pagi belum sarapan, terus sudah kena angin. atau sore hari perut lapar, terus kena angin klo naik motor. oleh karena itu, aku selalu memakai peralatan lengkap klo naik motor, mulai dari sarung tangan, kaos kaki, jaket yang ada kupluknya. “kayak mau pergi jauh aja” goda bubu. malamnya, bubu masih suka mengirimkan sms bertanya dengan hariku. kadang karena sudah terlalu lelah, aku suka ketiduran waktu membalas smsnya. dan tinggal bubu yang ngambek esok harinya, “huuuu… ditinggal tidur” katanya. dan aku menjawabnya dengan 1001 alasan, hehehe…

Dulu…
Bubu suka membuat aku bt. bubu suka ngaret, sedangkan aku dari dulu paling tidak suka disuruh menunggu. masih teringet, bubu janji mau jemput di pondok cina, hari itu hujan gerimis. sudah beberapa kereta lewat tapi bubu belum juga datang. setelah 1 jam menunggu, akhirnya aku pulang sendiri dengan jengkel. malamnya tidak satupun sms dari bubu aku bales. ada peristiwa lain, waktu itu hari sabtu, jadwal aku piket di kantor. dan bubu berjanji untuk menjemputku, tapi bubu datang telat 2 jam. sepertinya agak susah buat bubu untuk berubah. padahal ulang tahun yang kemaren aku sudah memberinya hadiah jam tangan, dengan harapan bubu bisa lebih tepat waktu. jadi inget waktu jalan-jalan di Citos, aku menanyakan “mau kado apa tahun ini ?”. akhirnya pilihannya jatuh pada jam tangan. kami sempet melihat-lihat jam tangan di Citos. harganya cukup mahal, dan bubu bilang ” ga usah deh, mahal”. tapi aku yakin bubu mau, soalnya selama ini bubu juga ga pernah pakai jam tangan. dan di ulang tahunnya, aku menyempatkan untuk izin keluar kantor, melewatkan jam makan siang untuk ke Juanda, untuk membelikan bubu jam tangan. memang tidak sebagus yang bubu lihat di Citos, tapi aku tau bubu sangat senang. bubu juga suka telat kalo pergi kerja. aku sering mengingatkannya untuk tidur tidak larut malam. bahkan aku sudah membelikan dia jam beker kecil. tapi katanya, bubu lebih senang jika aku yang membangunkannya.

Dulu…
Bubu juga sangat perhatian dan baik. Dia mau berubah demi aku. Aku tau bubu suka merokok, tapi bubu rela tidak merokok jika sedang bersama aku. bubu bahkan berjanji untuk menghilangkan kebiasaan merokoknya. karena bubu tau aku sangat tidak suka bau asap rokok. Dulu, Bubu pernah pergi bersama teman-temannya ke tajur, dan aku ngambek waktu itu. karena sebenarnya aku cemburu jika bubu pergi bersama teman-temannya. tapi pulangnya bubu membelikan aku tas pesta yang bagus sekali. aku senang sekali. sampai sekarang tas itu masih disimpan rapi dilemari. Bubu juga sudah mulai mengurangi kebiasaan berkumpul dengan teman-temannya, karena bubu tau ada beberapa teman-temannya yang aku tidak suka. aku hanya takut teman-temannya membawa pengaruh buruk buat bubu. karena aku tau apa yang mereka lakukan jika sedang kumpul. Bubu juga tidak pernah cerita apapun tentang keluarganya. Aku suka memprotesnya. Tapi lama-lama bubu sudah mulai berbagi sedikit kepadaku. Bubu bilang waktu itu, malu karena keluarganya tidak seperti keluargaku. Aku protes dalam hati, berarti bubu tidak sepenuhnya percaya sama aku.

Dulu…
Bubu suka inget sama aku kemanapun bubu pergi, begitu juga aku. walau waktu itu aku tidak pernah bilang terus terang sama bubu.

Kini…
Sudah lebih dari 4 bulan aku tidak berhubungan lagi dengan bubu. Semua akses untuk berhubungan dengan bubu memang sengaja aku putuskan. Karena semua ini membuatku terluka. Aku tidak cukup kuat untuk membenci bubu. Perlu bantuan sang waktu untuk membuat goresan naman bubu menghilang dari hati. Aku tahu bubu terluka, begitupun aku. Tapi semua ini sudah difikirkan dengan baik, demi bubu.

Beberapa waktu yang lalu, aku mengirimkan ucapan ulang tahun ke email bubu. Aku membuka account email bubu. Betapa kaget aku waktu membaca email yang masuk, bubu ternyata sangat jahat. Dia menjelek-jelekan aku. Bubu meluapkan semua kesalahan padaku. Bubu menuduhkan aku perempuan matre yang hanya mencari harta? Bubu memojokkan aku sepertinya aku meperlakukan dirinya seperti pepatah “habis manis sepah dibuang”  .Aku tidak habis fikir. Apakah aku sejelek itu di mata bubu? atau itu hanya ungkapan kemarahan bubu ?. Apakah selama ini ucapan-ucapan bubu hanya pemanis belaka? Perhatian bubu cuma basa-basi? Apakah semua yang pernah kita lewati tiada berarti? Tak habis-habisnya aku berfikir untuk mencerna semua ini. Sedih luar biasa yang aku rasakan. Tetapi aku tetap berusaha berfikir positif, bahwa bubu terlalu sangat mecintaiku.

Seandainya Bubu tahu kalo aku protes kepada Yang maha Kuasa. kenapa Dia mempertemukan aku dengan Bubu jika harus berakhir seperti ini ? Seandainya aku bisa memutar waktu kembali, aku ingin agar aku tidak dipertemukan dengan Bubu. Seandainya aku bisa merubah jalan cerita, aku ingin Bubu lebih baik.

Ah, betapa egoisnya aku. Berusaha merubah Bubu menjadi seperti yang aku inginkan. Kini ketika sesuatu sudah menghilang dari hidupmu, barulah bisa merasakan betapa berartinya sesuatu itu. Tapi life must go on. Ternyata Sang Kuasa memberikan aku kesepatan untuk mengenal sosok Bubu, supaya aku dapat merasakan indahnya hidup. Terima kasih Bubu. Dalam doaku, masih terselip naama Bubu. Harapan agar Bubu mendapat seseorang yang lebih baik dari aku, yang lebih mengerti Bubu. Bubu pernah bilang kalo aku egois, keras kepala, cengeng dan manja. Semoga Bubu tidak mendapat wanita yang seperti aku.

It’s too hard, but I don’t want to look back.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: